Apakah setiap bulan kamu merasa bingung mencari tahu kemana perginya uang gajian yang baru saja kamu terima? Meskipun setiap awal bulan kamu bertekad kuat untuk menghemat dan mengendalikan pengeluaran, tetapi akhirnya uang yang dihabiskan melebihi rencana yang telah dibuat.
Jika kamu selalu merasa kebingungan dan bertanya, "Uang saya hilang ke mana?", itu menandakan bahwa kamu perlu melakukan introspeksi diri. Tidak peduli di mana atau bagaimana kita berbelanja, godaan untuk menghabiskan uang pada hal-hal di luar kebutuhan selalu hadir.
Ada banyak alasan mengapa kita sering mengeluarkan uang lebih banyak dan membuat pembelian yang tidak bijaksana. Mungkin karena kita tidak menyadari kebiasaan belanja kita yang sebenarnya. Atau mungkin kita kurang tepat dalam menghitung pendapatan, pengeluaran, dan hutang. Akibatnya, saldo rekening seringkali sudah mau habis padahal masih awal bulan.
Memang tidak selalu mudah untuk mengenali pola negatif yang kita lakukan sendiri. Namun, tidak peduli dalam kondisi apapun yang kamu hadapi saat ini, jika kamu siap untuk mengendalikan pengeluaran, kamu dapat melihat tanda-tanda berikut ini sebagai langkah awal!
Kehabisan Uang Padahal Masih Awal Bulan
Apakah kamu sering mengalami situasi seperti ini? Meskipun berada di awal bulan, kamu harus mulai mengintrospeksi kebiasaan-kebiasaan dari bulan sebelumnya. Jangan biarkan gaya hidup yang telah menjadi rutinitas menghalangimu untuk menyisihkan uang.
Jika kamu ingin keluar dari situasi ini, cobalah mengidentifikasi berbagai pengeluaran yang bisa kamu kurangi sebagai "detoks" keuangan. Misalnya, jika kamu hanya perlu pergi ke tempat yang dekat, coba berjalan kaki daripada menggunakan taksi atau mobil.
Matikan listrik saat kamu meninggalkan rumah untuk menghemat biaya energi. Selain itu, cobalah mengurangi pembelian cemilan harian. Dengan mengurangi pengeluaran tersebut, kamu akan memiliki modal untuk bulan berikutnya.
Selalu Mengandalkan Kartu Kredit Untuk Pembayaran
Semua orang pasti menyukai berbelanja, terutama jika dapat berbelanja dengan "uang orang lain". Pernahkah kamu memikirkan hal ini: Ketika seseorang berbelanja dengan kartu (baik debit maupun kartu kredit), mereka cenderung lebih mudah berbelanja dalam jumlah yang lebih besar karena tidak melihat uang secara langsung di depan mata.
Namun, bayangkan jika kebiasaan ini terus berlanjut dan kamu tidak dapat membayarnya setiap akhir bulan. Akhirnya, kamu hanya akan terjebak dalam hutang dan membayar bunga dari cicilan tersebut. Jadi, sebaiknya pikirkan dua kali sebelum menggunakan kartu kredit.
Tak Bisa Menabung / Tidak Memiliki Tabungan
Sekarang, apakah kamu sudah memiliki dana darurat yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupmu selama enam hingga delapan bulan ke depan? Sebagai standar yang ideal, setiap individu seharusnya memiliki tabungan minimal 10 persen dari total pendapatannya.
Jika tidak memungkinkan mencapai jumlah tersebut, apakah kamu bisa menyisihkan lima persen setiap bulannya? Jika bahkan itu masih sulit dilakukan, maka hal tersebut menjadi tanda bahwa keuanganmu tidak teratur.
Tidak Memiliki Dana Darurat
Berpikir tentang manfaat menabung adalah dapat menciptakan keadaan darurat yang aman. Bayangkan betapa menyenangkannya bisa tidur nyenyak tanpa kekhawatiran saat tiba-tiba menghadapi krisis kehidupan. Misalnya, jika terjadi kecelakaan mobil, kebutuhan perawatan medis mendesak, atau kerusakan peralatan elektronik di rumah.
Dengan memiliki dana darurat, risiko-risiko tersebut tidak akan menimbulkan masalah yang lebih besar. Sebagai opsi terbaik, kamu juga bisa mempertimbangkan untuk memiliki asuransi. Dengan demikian, saat menghadapi situasi kritis, kamu dapat menggunakan dana darurat atau jaminan dari asuransi untuk menutupi semua biaya yang telah dijamin dalam polis yang kamu miliki. Dengan begitu, kamu tidak perlu berhutang.
Penutup
Walaupun kadang-kadang timbul keinginan untuk berbelanja atau menggunakan kartu kredit, jika kamu tetap menahan diri setiap kali keinginan itu muncul, keadaan keuanganmu akan perlahan-lahan membaik.
Tidak ada jalan pintas dalam proses ini. Kamu membutuhkan waktu dan dedikasi untuk menghentikan pengeluaran yang berlebihan. Teruslah berusaha untuk menjadi konsumen yang bijaksana, yang tahu kapan harus menghentikan pembelanjaan dan menggunakan uang dengan cerdas.