Beranda

/

Berita Korporasi

/

Detail Berita Korporasi

Korporasi

Perkuat Sinergi, IFG Life Gandeng Bank Mandiri, Yokke, dan LinkAja

user-icon
Iqbal Adiyat | 2023, 31 Januari
share-iconShare
IFG Life kerja sama dengan Bank Mandiri, Yokke, dan LinkAja

Jakarta, 31 Januari 2023 – PT Asuransi Jiwa IFG atau IFG Life menjalin kerja sama strategis dengan PT Bank Mandiri Tbk (Persero), PT Mitra Transaksi Indonesia (Yokke), dan PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja) untuk memperkuat dan memperluas penetrasi produk dan jasa layanan di tengah-tengah masyarakat.

Pada Selasa (17/01/2023), Direktur Utama IFG Life Harjanto Tanuwidjaja dan SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi menandatangani Nota Kesepahaman tentang Kolaborasi Kerja Sama Strategis Produk dan Layanan. Thomas menjelaskan, inisiatif kerja sama ini merupakan realisasi visi Bank Mandiri untuk menjadi mitra keuangan andalan yang berbasis pada keunggulan layanan digital perbankan.

“Melalui inisiatif kerja sama ini kami berharap nasabah Asuransi IFG Life dan Bank Mandiri dapat dengan mudah melakukan kewajiban pembayaran. Sekaligus menjadi solusi transaksi keuangan bagi nasabah yang dapat berkontribusi pada peningkatan inklusi keuangan Indonesia,” ungkap Thomas di Jakarta, Selasa (31/1). 

Lebih lanjut, dalam kesepakatan tersebut Harjanto menyebutkan bahwa dalam aktivitas bisnis yang dijalankan oleh IFG Life memerlukan jasa perbankan yang dapat mendukung kemudahan dalam memberikan layanan pembayaran secara elektronik. Terlebih, pihaknya melihat bahwa kebutuhan untuk melakukan transaksi keuangan dan pembayaran secara digital ke depan akan semakin luas.

“IFG Life menyambut baik kerja sama dengan Bank Mandiri. Kami berharap ini merupakan langkah awal yang baik untuk semakin meningkatkan layanan IFG Life kepada masyarakat sehingga kepuasan akan layanan yang kami berikan juga dapat meningkat,” ujarnya di sela-sela penandatangan kerja sama.

Sementara itu, Nota Kesepahaman antara IFG Life dan PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja) berisikan mengenai pemanfaatan peluang bisnis dan penggunaan jasa masing-masing pihak yang akan segera diimplementasikan dalam waktu dekat. Dalam kesempatan tersebut hadir langsung Direktur Utama LinkAja, Yogi Rizkian Bahar.

“Kerja sama strategis ini merupakan wujud komitmen LinkAja untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia melalui kerja sama dengan berbagai mitra, terutama kolaborasi dengan perusahaan BUMN. LinkAja telah melakukan digitalisasi ke ratusan ribu warung pulsa di ekosistem tradisional Telkomsel, digitalisasi rantai pasok jaringan PT Semen Indonesia (SIG) dan juga digitalisasi ke mitra strategis lainnya. Kini, LinkAja juga melakukan digitalisasi metode pembayaran pada mobile application Life by IFG. Melalui kolaborasi ini diharapkan dapat mengakselerasi upaya untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan serta semakin mendorong penggunaan layanan keuangan digital sebagai solusi bertransaksi dalam ekosistem IFG Life,” ungkap Yogi.

Ruang lingkup kerja sama tersebut berisikan kesepahaman mengenai pemanfaatan platform LinkAja sebagai metode pembayaran atas transaksi produk di mobile application Life by IFG, juga aktivitas pemasaran dan campaign IFG Life, payment channel, reward dan loyalty program, penyaluran produk Payment Point Online Banking (PPOB), serta ruang untuk kemungkinan kerja sama lainnya.

Masih dalam hari dan tempat yang sama, yaitu di Kantor Pusat IFG Life, Graha CIMB Niaga Lt. 6 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta Selatan, IFG Life bersama dengan Yokke menjalin kerja sama strategis produk dan layanan pembayaran dalam suatu Nota Kesepahaman. Adapun kerja sama yang dijalin meliputi kerja sama penerimaan pembayaran, transaksi, dan sarana pengelolaan keuangan IFG Life melalui payment gateway Yokke. Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Iskak Hendrawan dari IFG Life serta ditandatangani pula oleh Niniek Rahadja selaku Direktur Utama Yokke dan Brian G. Exel Sompie selaku SEVP Digital & Strategy Development Yokke.

Yokke memberikan berbagai pilihan pembayaran digital yang lengkap bagi seluruh nasabah IFG Life. Fitur recurring transaction atau pembayaran rutin yang berulang (dengan nominal yang sama) dengan pilihan metode pembayaran kartu debit, kartu kredit, dan dompet elektronik (e-wallet) memberikan kemudahan bagi nasabah IFG Life untuk membayarkan premi. Nasabah cukup melakukan satu kali proses registrasi dan selanjutnya proses pembayaran akan dilakukan otomatis sesuai dengan jumlah nominal premi. Hal ini sejalan dengan prinsip Yokke yang selalu mengedepankan keamanan dan juga kemudahan serta kenyamanan dalam bertransaksi, terang Niniek Rahardja dalam acara penandatanganan kerja sama.

 

 

Tentang Bank Mandiri

Bank Mandiri merupakan salah satu bank terkemuka di Indonesia dengan layanan finansial kepada nasabah yang meliputi segmen usaha Corporate, Hubungan Kelembagaan, Commercial, Micro & SME, Consumer Banking, Treasury dan International Banking. Bank Mandiri pada saat ini bersinergi dengan beberapa perusahaan anak untuk mendukung bisnis utamanya yaitu: Mandiri Sekuritas (jasa dan layanan pasar modal), Bank Syariah Indonesia (perbankan syariah), Bank Mandiri Taspen/Mantap (kredit UMKM), AXA-Mandiri Financial Services (asuransi jiwa), Mandiri Inhealth (asuransi kesehatan), Mandiri AXA General Insurance(asuransi umum), Mandiri Tunas Finance (jasa pembiayaan), Mandiri UtamaFinance (jasa pembiayaan), Mandiri International Remittance (remitansi), MandiriEurope (treasury & financial institution), dan Mandiri Capital Indonesia (pembiayaan modal ventura).

Dalam ekspansi bisnis, Bank Mandiri terus mengembangkan layanan dan produk perbankan digital yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan nasabah korporasi dan retail. Kopra by Mandiri merupakan solusi digital bagi industri nasional yang menyatukan para korporasi sampai pelaku usaha kecil menengah dalam suatu ekosistem digital single access yang sangat mudah dan solutif seperti layanan Cash Management, Forex, Trade & Guarantee, Supply Chain Management, Virtual Account sampai solusi keuangan terintegrasi berbasis Application Programming Interface (API). Sedangkan layanan digital retail meliputi aplikasi Livin’ by Mandiri, kartu prabayar Mandiri e-money, serta layanan informasi berbasis kecerdasan buatan Mandiri Intelligent Assistant (MITA) pada akun resmi WhatsApp Bank Mandiri di +62 811-84-14000.

Hingga September 2022, jaringan Bank Mandiri telah tersebar di seluruh Indonesia yang meliputi 4.011 jaringan kantor, yang terdiri dari 2.370 kantor cabang dan 1.641 kantor mikro. Layanan distribusi Bank Mandiri juga dilengkapi dengan 13.034 unit ATM yang terhubung dalam jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima dan Visa/Plus, Electronic Data Capture (EDC) serta jaringan e-banking yang meliputi New Livin’ by Mandiri, SMS Banking dan Call Center 14000.

Informasi detail tentang Bank Mandiri bisa diakses melalui www.bankmandiri.co.id 

 

 

Tentang IFG Life

IFG Life merupakan perusahaan asuransi jiwa dan salah satu anak perusahaan dari PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero), suatu Badan Usaha Milik Negara yang ditetapkan sebagai perusahaan holding di bidang keuangan dan investasi.

Saat ini, IFG Life sedang gencar melakukan penguatan sistem digital serta mendorong pemasaran produk-produk proteksi berbasis digital. Salah satu proteksi berbasis digital yang menarik dan bermanfaat yang ditawarkan IFG Life yakni produk asuransi untuk melindungi diri saat melakukan aktivitas olahraga dan traveling yang diberi nama IFG LifeSAVER.

Dengan premi hanya seharga Rp49.000, para pegiat olahraga dan traveler akan memperoleh proteksi hingga senilai Rp200 juta. Selain bermanfaat untuk perlindungan kecelakaan, manfaat utama LifeSAVER lainnya yakni proteksi medis cedera saat olahraga, meninggal/cacat tetap, fisioterapi, hingga kecelakaan.

 

 

Tentang Yokke

Berdiri sejak tahun 2016, Yokke merupakan local fintech startup dengan layanan utama sebagai penyelenggara jasa sistem pembayaran dengan misi utama untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung terciptanya cashless society yang aman dan nyaman di seluruh Indonesia. Yokke merupakan satu-satunya fintech di Indonesia dengan kapabilitas layanan yang luas dan menyeluruh mencakup merchant (channel offline dan online), bank (acquiring dan issuing) dan institusi finansial lainnya (konvensional maupun fintech startup).

Berkomitmen untuk selalu mengutamakan keamanan dalam bertransaksi, Yokke adalah satu-satunya perusahaan di Indonesia yang memiliki sertifikasi ganda pemrosesan transaksi berstandar internasional: PCI DSS dan PCI PIN.

Pada 2019, Yokke mendapatkan lisensi Payment Gateway dari Bank Indonesia. Saat ini Yokke menerima pembayaran dari brand network internasional (VISA,Master Cards, CUP, JCB) dan tentunya juga Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

Dalam waktu singkat Yokke telah berkembang pesat dengan 30 kantor perwakilan dan 600 orang sales force yang tersebar di seluruh Indonesia. Sampai dengan tahun 2022, Yokke mengelola lebih dari 270.000 EDC merchant dan 4000 lebih merchant online (eCommerce). Tidak hanya mengakuisisi, Yokke juga memastikan seluruh merchant kelolaan Yokke dapat tumbuh besar bersama.

Terus berinovasi untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bertransaksi, Yokke memperkenalkan YokkeBiz sebagai solusi komprehensif kepada merchant untuk dapat mengelola dan mengembangkan bisnisnya dengan efektif dan efisien.

Informasi lebih lanjut tentang Yokke bisa diakses melalui www.yokke.co.id 

 

 

Tentang LinkAja 

LinkAja merupakan penyedia jasa pembayaran berbasis server yang merupakan produk andalan dari PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) dan telah terdaftar di Bank Indonesia. Berdasarkan Surat Izin Bank Indonesia Nomor 21/65/DKSP/Srt/B yang dikeluarkan pada tanggal 21 Februari 2019, Finarya secara resmi telah mendapat lisensi/izin dari Bank Indonesia sebagai Perusahaan Penerbit Uang Elektronik dan Penyelenggara Layanan Keuangan Digital Badan Hukum. PT Fintek Karya Nusantara juga telah menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi ISO/IEC 27001:2013 sebagaimana sesuai dengan sertifikat No IS 733702 yang diterbitkan pada tanggal 24 November 2020. 

Finarya merupakan anak usaha dari 10 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan anak perusahaan BUMN, yaitu PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Mandiri Capital Indonesia, PT BRI Ventura Investama, PT BNI Sekuritas, PT Jasamarga Toll Road Operator, PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Persero), PT Pertamina Retail (Persero), PT Kereta Commuter Indonesia, PT Asuransi Jiwa IFG dan PT Danareksa Capital, yang berdiri pada tanggal 21 Januari 2019 dalam semangat sinergi nasional. Sebagai anak usaha BUMN, Finarya juga terbuka untuk bersinergi dengan pihak swasta yang memiliki visi dan misi serupa. Di bulan Oktober 2020, Grab Pte.Ltd. resmi menjadi pemegang saham baru Finarya. Pada Maret 2021, PT Dompet Karya Anak Bangsa resmi terdaftar sebagai pemegang saham baru Finarya. 

Didukung oleh Telkomsel selaku operator seluler terbesar di Indonesia dan jaringan besar Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dengan ratusan ribu titik akses transaksi keuangan, keberadaan Finarya sebagai platform sistem pembayaran produk-produk BUMN akan membantu mendorong ekosistem transaksi keuangan non-tunai dan inklusi keuangan yang holistik di Indonesia, dengan fokus pada kebutuhan pembayaran mendasar seluruh kalangan masyarakat Indonesia. 

 

Untuk mendapatkan informasi lainnya, silakan kunjungi official page kami di https://www.linkaja.id dan bergabunglah dengan akun media sosial LinkAja lainnya: 

Instagram: www.instagram.com/linkaja/

Facebook : www.facebook.com/linkaja.indonesia

Twitter : twitter.com/linkaja

Youtube : www.youtube.com/channel/UCVoM8DZXOxCSu2PWwxVQh5Q

Berita Terbaru
Korporasi
IFG Life kerja sama dengan Bank Mandiri, Yokke, dan LinkAja
Ubah Resolusi Jadi Aksi: 5 Kebiasaan Kunci Menuju Finansial yang Lebih Stabil
Memasuki tahun baru, resolusi sering menjadi momentum untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat. Hal ini semakin relevan di tengah ketidakpastian ekonomi global, yang diproyeksikan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) sebagai tahun yang rentan akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi, termasuk di Indonesia. Dalam situasi ini, perencanaan keuangan yang disiplin menjadi kunci untuk menghadapi masa depan dengan lebih mantap. Sejalan dengan hal tersebut, PT Asuransi Jiwa IFG ( IFG Life ), yang merupakan anggota IFG, BUMN holding asuransi, penjaminan, dan investasi, menekankan pentingnya kesiapan finansial sejak dini. “Ketika kondisi ekonomi semakin menantang, literasi keuangan menjadi semakin penting. Sebagai salah satu pelaku utama di industri asuransi jiwa & kesehatan, IFG Life berkomitmen memberikan layanan terbaik serta perlindungan yang komprehensif dan berkelanjutan kepada konsumen. Komitmen tersebut diwujudkan tidak hanya melalui produk dan proses klaim, tetapi juga dengan mendampingi masyarakat membangun stabilitas finansial melalui edukasi dan perencanaan yang terukur,” ujar Gatot Haryadi, Corporate Secretary IFG Life. Jika kamu ingin mulai menyusun rencana keuangan yang lebih konkret, berikut beberapa resolusi yang bisa dipertimbangkan untuk menyambut 2026. 1. Menabung di awal bulan Meski terdengar klise, kebiasaan menabung tetap menjadi fondasi utama dalam perencanaan keuangan. Kunci dari kebiasaan ini bukan pada besar kecilnya jumlah, melainkan konsistensi. Agar lebih efektif, kamu bisa coba untuk menabung di awal bulan. Begitu gaji diterima, sebagian dana bisa langsung dipindahkan ke rekening tabungan atau dialokasikan ke rekening dana nasabah (RDN) sebagai langkah awal berinvestasi. Dengan cara ini, menabung menjadi bagian dari sistem keuangan, bukan sekadar niat baik di akhir bulan. Tabungan pun perlu dijadikan komponen tetap dalam anggaran dan perencanaan keuangan, sehingga tetap berjalan terlepas dari naik turunnya pengeluaran bulanan. 2. Evaluasi sebelum membeli Resolusi tahun baru juga dapat dimulai dengan membangun kebiasaan belanja yang lebih mindful . Di era belanja online , proses pembelian yang serba cepat kerap membuat keputusan diambil secara impulsif. Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah memberi jeda satu atau dua hari sebelum checkout , terutama untuk barang yang tidak mendesak. Sebelum menyelesaikan transaksi, ajukan tiga pertanyaan dasar: apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan, apakah akan bermanfaat, dan apakah tersedia anggaran. Kebiasaan ini membantu meningkatkan kesadaran dalam mengelola pengeluaran tanpa harus sepenuhnya menahan diri dari belanja. 3. Hati-hati dengan layanan berbasis langganan Model layanan berbasis langganan semakin umum, dari aplikasi hingga hiburan digital. Tanpa disadari biaya kecil yang dibayar rutin dapat menggerus pendapatan bulanan, termasuk dari layanan yang sudah jarang digunakan. Untuk menghindari kebocoran anggaran, kamu bisa mulai kebiasaan untuk melakukan pengecekan secara berkala terhadap layanan yang masih aktif di riwayat transaksi e-wallet atau kartu kredit. Menggunakan satu alamat email khusus untuk layanan berbayar juga dapat membantu, sehingga lebih mudah melacak layanan apa saja yang masih aktif dan segera menghentikan yang sudah tidak diperlukan. 4. Memahami perlindungan yang kamu punya Situasi tak terduga dapat terjadi kapan saja, sehingga penting memahami perlindungan yang dimiliki, termasuk asuransi dan BPJS. Luangkan waktu untuk memahami kembali manfaat, ketentuan klaim, hingga batasannya, agar perlindungan dapat dimanfaatkan optimal dan kebutuhan lain dapat diantisipasi dalam perencanaan keuangan. Sejumlah penyedia asuransi, seperti IFG Life, kini menghadirkan layanan digital untuk membantu nasabah memahami perlindungan yang dimiliki tanpa harus menelusuri dokumen polis secara manual. Melalui aplikasi One by IFG , nasabah dapat mengakses informasi terkait jenis asuransi dan manfaat perlindungan, sekaligus memanfaatkan proses klaim yang lebih sederhana. Kehadiran layanan digital ini ditujukan untuk meningkatkan kemudahan akses layanan asuransi bagi masyarakat, baik dari sisi informasi maupun proses. 5. Tetapkan “limit hidup” Berniat untuk lebih hemat pun sering kali tidak cukup. Kamu perlu batasan yang jelas untuk membantu mengatur pengeluaran gaya hidup dengan lebih konsisten. Karena itu, memasuki 2026, kamu dapat mulai menetapkan “limit hidup” atau batas maksimal pengeluaran bulanan untuk kebutuhan gaya hidup seperti makan di luar, hiburan, atau aktivitas sosial. Angka ini sebaiknya ditentukan sejak awal bulan dan dibuat lebih rendah dari limit kartu yang tersedia. Dengan cara ini, pengeluaran tetap terkontrol tanpa harus sepenuhnya mengorbankan ruang untuk bersenang-senang, sehingga keseimbangan antara menikmati hidup dan menjaga kesehatan keuangan tetap terjaga. Pada akhirnya, membangun kebiasaan finansial bukan soal perubahan besar yang dilakukan sekaligus, melainkan konsistensi dalam langkah-langkah kecil sehari-hari. Di tengah ketidakpastian ekonomi, resolusi keuangan yang realistis dan terukur dapat menjadi pegangan untuk menjaga stabilitas dan rasa aman. Dengan perencanaan yang lebih sadar dan disiplin, kamu dapat menghadapi 2026 dengan lebih siap, bukan hanya untuk bertahan, tetapi juga untuk kestabilan finansial di setiap tahap kehidupan.
Korporasi
IFG Life kerja sama dengan Bank Mandiri, Yokke, dan LinkAja
IFG Life Dorong Kemudahan Layanan sebagai Bagian dari Komitmen Perlindungan Nasabah
PT Asuransi Jiwa IFG ( IFG Life ), yang merupakan anggota IFG, BUMN holding asuransi, penjaminan, dan investasi,memperkuat kualitas layanan kepada pemegang polis dengan mendorong proses klaim yang semakin mudah diakses. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan manfaat perlindungan dapat dirasakan pemegang polis saat dibutuhkan. Kemudahan akses layanan ini didukung melalui pemanfaatan ekosistem digital One by IFG, yang dikembangkan dengan pendekatan customer centricity untuk menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi, transparan, dan relevan dengan kebutuhan nasabah. Hingga akhir tahun 2025, One by IFG telah digunakan lebih dari 370.000 pengguna aktif, serta mencatat lebih dari 250.000 transaksi lintas layanan kesehatan, proteksi, dan investasi. Selain menghadirkan aplikasi One by IFG, IFG Life juga memperkuat layanan tatap muka melalui pembukaan dua kantor layanan khusus yang difokuskan untuk melayani pengajuan klaim jatuh tempo. Kantor layanan khusus ini berlokasi di Jl. Cikini Raya No. 97, Jakarta Pusat, dan Jl. Trunojoyo No. 53, Surabaya. "Kami selalu berupaya memastikan proses pengajuan klaim dapat berjalan lebih cepat, mudah, dan nyaman, serta memberikan kepastian layanan bagi para pemegang polis IFG Life," ujar Gatot Haryadi, Corporate Secretary IFG Life. Komitmen ini juga tercermin dari realisasi pembayaran klaim. Sejak berdiri pada Oktober 2020 hingga Desember 2025, IFG Life telah membayarkan klaim kepada nasabah sebesar Rp23,4 triliun sebagai wujud tanggung jawab perusahaan dalam memenuhi hak-hak pemegang polis. Berbagai penguatan layanan yang dilakukan IFG Life mencerminkan komitmen perusahaan dalam membangun pengalaman nasabah yang lebih baik dan berkelanjutan, serta dapat terus hadir memberikan perlindungan dan pelayanan yang dapat diandalkan di setiap tahap kehidupan.
Korporasi
IFG Life kerja sama dengan Bank Mandiri, Yokke, dan LinkAja
IFG Life dan Mandiri Inhealth Bayar Klaim Rp10,7 T Sepanjang 2025
Dalam industri asuransi, kepercayaan bukan sekadar nilai, tetapi fondasi utama hubungan antara perusahaan asuransi dengan pesertanya. Kepercayaan ini dibangun melalui komitmen nyata dalam memenuhi janji perlindungan kepada peserta. Sepanjang 2025, PT Asuransi Jiwa IFG ( IFG Life ) dan PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia ( Mandiri Inhealth ) telah membayar klaim dan manfaat asuransi dengan total nilai Rp10,7 triliun kepada lebih dari 1,1 juta peserta. Angka ini mencerminkan komitmen nyata kedua perusahaan dalam menghadirkan perlindungan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Sebagai bagian dari IFG, BUMN holding asuransi, penjaminan, dan investasi, IFG Life dan Mandiri Inhealth memastikan para peserta mendapatkan klaim dan manfaat asuransi secara tepat waktu sesuai ketentuan yang diperjanjikan dalam polis, sehingga peserta dapat fokus pada keberlanjutan rencana masa depan dan pemulihan kesehatannya. Hal ini merupakan cerminan tanggung jawab serta keandalan IFG Life dan Mandiri Inhealth dalam menyediakan perlindungan terbaik bagi para pesertanya. "Kemampuan perusahaan dalam membayar klaim dan manfaat secara konsisten merupakan indikator penting keberlanjutan bisnis asuransi. Sepanjang 2025, IFG Life telah membayar klaim dan manfaat asuransi sebesar Rp6,3 triliun kepada lebih dari 480.000 peserta," ujar Ryan Diastana Firman, Direktur Keuangan Merangkap Plt. Direktur Operasional IFG Life. Marihot H. Tambunan, Plt. Direktur Utama Mandiri Inhealth menambahkan, "Kami ingin para peserta merasakan proses layanan asuransi yang jelas dan mudah. Fokus kami bukan hanya pada manfaat, tetapi juga pada pengalaman peserta saat menggunakan layanan Mandiri Inhealth. Dengan dukungan jaringan layanan yang luas, Mandiri Inhealth terus berupaya memastikan peserta mendapatkan layanan yang konsisten, dapat diandalkan, dan tepercaya. Untuk menjaga kepercayaan tersebut, Mandiri Inhealth telah membayar klaim dan manfaat asuransi sebesar Rp4,4 triliun." Seiring penguatan kolaborasi setelah bergabungnya Mandiri Inhealth ke dalam ekosistem IFG pada 2024 lalu, kedua perusahaan kini fokus memperluas dampak layanan bagi masyarakat. Sinergi ini diarahkan untuk membangun ekosistem perlindungan yang relevan dengan kebutuhan peserta. Dengan dukungan lebih dari 8.000 provider layanan kesehatan rekanan di berbagai wilayah di Indonesia, IFG Life dan Mandiri Inhealth memperluas akses terhadap layanan kesehatan dan perlindungan bagi keluarga Indonesia.
comment-icon
0 Komentar
profile-icon

Belum ada komentar...
person
download background
#BantuJagaMasaDepan
DownloadOneSekarang
download one by ifg on google play
download one by ifg on app store
Disclaimer