Beranda

/

Berita Korporasi

/

Detail Berita Korporasi

Korporasi

Memperkuat Sinergi BUMN, BTN dan IFG Life Luncurkan BTN Proteksi

user-icon
Iqbal Adiyat | 2022, 21 Maret
share-iconShare
Wujudkan komitmen untuk memproteksi nasabah, IFG Life dan Bank BTN luncurkan produk BTN Proteksi.

Jakarta, 21 Maret 2022. PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) mengumumkan peluncuran produk barunya sebagai hasil kerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, yaitu BTN Proteksi. Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen IFG Life sebagai perusahaan asuransi yang memberikan proteksi di setiap tahapan kemajuan kehidupan para nasabah dan masyarakat, sesuai dengan tagline IFG Life yaitu “Protecting Life’s Progress”.

BTN Proteksi sendiri merupakan produk asuransi jiwa yang memberikan proteksi sebesar uang asuransi jika nasabah atau tertanggung mengalami kecelakaan yang mengakibatkan cacat tetap total, cacat tetap sebagian hingga meninggal dunia. Produk yang terintegrasi dengan produk KPR non-subsidi milik Bank BTN ini memiliki fitur yang sederhana, mudah dimengerti, dan terjangkau.

Direktur Utama IFG Life, Harjanto Tanuwidjaja mengatakan, “BTN Proteksi merupakan perwujudan dari komitmen IFG Life untuk menghadirkan produk-produk yang berbasis proteksi. Kerja sama ini juga merupakan sebuah awal bagi kami untuk memperkenalkan diri kepada para nasabah Bank BTN, bahwasanya IFG Life siap hadir mendampingi serta memberikan perlindungan terhadap risiko yang mungkin terjadi dalam perjalanan hidup mereka. IFG Life adalah teman yang akan selalu menjaga masa depan para nasabah, agar tetap berjalan sesuai dengan keinginan mereka.”

Tak hanya memberi pertanggungan jiwa, BTN Proteksi memberikan manfaat asuransi kumulatif untuk kondisi catat tetap sebagian, atas kehilangan atau kehilangan fungsi dari setiap bagian tubuh. Hal ini sebagai bagian dari komitmen IFG Life untuk memberikan layanan berbasis proteksi yang terpercaya, dan terlengkap serta mengedepankan kepentingan nasabah melalui transparansi informasi dan memberikan manfaat lebih, demi mewujudkan visi menjadi perusahaan asuransi jiwa dan kesehatan terbaik di Indonesia.

Bagi para nasabah BTN yang ingin mendapatkan perlindungan dari IFG Life dengan menambahkan BTN Proteksi pada produk KPR Non-Subsidi yang dipilihnya, nasabah hanya perlu menambah Rp33.000/bulan untuk mendapatkan manfaat asuransi hingga Rp350.000.000. Masa pertanggungan untuk BTN Proteksi ini adalah 1 (satu) tahun namun dapat diperpanjang hingga usia 56 tahun. BTN Proteksi ini akan tersedia di seluruh kantor cabang Bank BTN di seluruh Indonesia untuk memudahkan para nasabah.

Sesuai dengan tagline Bank BTN “Karena Hidup Gak Cuma Tentang Hari Ini”, di situlah IFG Life turut hadir bersama-sama dengan Bank BTN melindungi berbagai risiko yang mungkin akan dihadapi oleh para nasabah di kemudian hari saat mereka menjalani kehidupan. Melalui produk ini, IFG Life dan Bank BTN ingin selalu hadir menjadi “teman” untuk menjadi pelindung di setiap tahapan kemajuan kehidupan para nasabah Bank BTN dan juga masyarakat. Tak hanya itu,kerja sama ini juga merupakan realisasi dari pilar bisnis yang diamanatkan oleh IFG sebagai holding kepada IFG Life, yakni pengembangan bisnis baru yang berbasis asuransi jiwa dan kesehatan. Proses kerja sama IFG Life dengan Bank BTN juga dilandasi oleh tata kelola yang baik dan manajemen risiko yang kuat dan penuh kehati-hatian.

“BTN Proteksi merupakan produk pembuka untuk kerja sama yang telah terjalin ini. Ke depannya, IFG Life akan terus menciptakan produk-produk asuransi yang memberikan manfaat perlindungan maksimal untuk para nasabah BTN, dan sinergi antar BUMN akan dapat terus ditingkatkan lagi,” kata Harjanto.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Funding & Distribution, Jasmin menjelaskan dengan adanya produk BTN Proteksi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nasabah Bank BTN khususnya akan proteksi Asuransi Kecelakaan.

“Adapun dalam implementasi awal produk ini menggunakan 3 pilot branch yaitu Bank BTN Kantor Cabang (KC) Gading Square, KC Bintaro, dan KC Surabaya. Adapun penunjukan 3 pilot branch tersebut disesuaikan pula dengan sasaran segmen nasabah kredit khususnya kepada para calon debitur non Subsidi,” kata Jasmin.

Jasmin juga berharap, ke depan sinergi Bank BTN dengan IFG Life dapat terus berkembang dan produktif serta menguntungkan kedua belah pihak.

Berita Terbaru
Korporasi
Wujudkan komitmen untuk memproteksi nasabah, IFG Life dan Bank BTN luncurkan produk BTN Proteksi.
IFG Life dan Mandiri Inhealth Bayar Klaim Rp10,7 T Sepanjang 2025
Dalam industri asuransi, kepercayaan bukan sekadar nilai, tetapi fondasi utama hubungan antara perusahaan asuransi dengan pesertanya. Kepercayaan ini dibangun melalui komitmen nyata dalam memenuhi janji perlindungan kepada peserta. Sepanjang 2025, PT Asuransi Jiwa IFG ( IFG Life ) dan PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia ( Mandiri Inhealth ) telah membayar klaim dan manfaat asuransi dengan total nilai Rp10,7 triliun kepada lebih dari 1,1 juta peserta. Angka ini mencerminkan komitmen nyata kedua perusahaan dalam menghadirkan perlindungan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Sebagai bagian dari IFG, BUMN holding asuransi, penjaminan, dan investasi, IFG Life dan Mandiri Inhealth memastikan para peserta mendapatkan klaim dan manfaat asuransi secara tepat waktu sesuai ketentuan yang diperjanjikan dalam polis, sehingga peserta dapat fokus pada keberlanjutan rencana masa depan dan pemulihan kesehatannya. Hal ini merupakan cerminan tanggung jawab serta keandalan IFG Life dan Mandiri Inhealth dalam menyediakan perlindungan terbaik bagi para pesertanya. "Kemampuan perusahaan dalam membayar klaim dan manfaat secara konsisten merupakan indikator penting keberlanjutan bisnis asuransi. Sepanjang 2025, IFG Life telah membayar klaim dan manfaat asuransi sebesar Rp6,3 triliun kepada lebih dari 480.000 peserta," ujar Ryan Diastana Firman, Direktur Keuangan Merangkap Plt. Direktur Operasional IFG Life. Marihot H. Tambunan, Plt. Direktur Utama Mandiri Inhealth menambahkan, "Kami ingin para peserta merasakan proses layanan asuransi yang jelas dan mudah. Fokus kami bukan hanya pada manfaat, tetapi juga pada pengalaman peserta saat menggunakan layanan Mandiri Inhealth. Dengan dukungan jaringan layanan yang luas, Mandiri Inhealth terus berupaya memastikan peserta mendapatkan layanan yang konsisten, dapat diandalkan, dan tepercaya. Untuk menjaga kepercayaan tersebut, Mandiri Inhealth telah membayar klaim dan manfaat asuransi sebesar Rp4,4 triliun." Seiring penguatan kolaborasi setelah bergabungnya Mandiri Inhealth ke dalam ekosistem IFG pada 2024 lalu, kedua perusahaan kini fokus memperluas dampak layanan bagi masyarakat. Sinergi ini diarahkan untuk membangun ekosistem perlindungan yang relevan dengan kebutuhan peserta. Dengan dukungan lebih dari 8.000 provider layanan kesehatan rekanan di berbagai wilayah di Indonesia, IFG Life dan Mandiri Inhealth memperluas akses terhadap layanan kesehatan dan perlindungan bagi keluarga Indonesia.
Korporasi
Wujudkan komitmen untuk memproteksi nasabah, IFG Life dan Bank BTN luncurkan produk BTN Proteksi.
Kemudahan Mengakses Asuransi di Era Digital bersama One by IFG
Industri asuransi Indonesia terus memainkan peran penting dalam memperkuat ketahanan finansial masyarakat di tengah tantangan ekonomi global. Namun demikian, tingkat pemanfaatan asuransi masih menghadapi tantangan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa penetrasi industri asuransi pada 2025 masih berada di kisaran 2,72% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), mencerminkan masih terbatasnya adopsi asuransi secara luas di masyarakat. Sejalan dengan kondisi tersebut, tercatat bahwa pertumbuhan premi di segmen asuransi jiwa masih belum menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan data AAJI, pendapatan premi asuransi jiwa pada kuartal III-2025 tercatat sebesar Rp133,22 triliun dan mengalami tekanan di beberapa segmen. Di sisi lain, laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat bahwa pengguna internet di Indonesia telah mencapai 80,66% pada 2025. Tingginya tingkat konektivitas ini mendorong PT Asuransi Jiwa IFG ( IFG Life), yang merupakan anggota IFG, BUMN holding asuransi, penjaminan, dan investasi, memanfaatkan platform digital terpadu One by IFG guna mempermudah akses masyarakat terhadap layanan asuransi dan proteksi secara digital. “Penetrasi asuransi yang masih rendah menunjukkan ruang pertumbuhan yang besar sekaligus tantangan bagi industri. Bagi IFG Life, kondisi ini menjadi momentum untuk memperluas akses perlindungan melalui produk yang relevan, komprehensif, dan terjangkau. Kami berkomitmen mendorong transformasi dan inovasi dengan tata kelola yang kuat serta fokus pada kebutuhan nyata nasabah,” ungkap Gatot Haryadi, Corporate Secretary IFG Life. Melalui One by IFG, masyarakat dapat mengakses informasi dan edukasi produk asuransi jiwa secara mudah, mengeksplorasi dan membeli produk IFG Life sesuai kebutuhan, serta mengelola polis secara digital dalam satu aplikasi. Platform ini juga mengintegrasikan layanan kesehatan pendukung, seperti akses konsultasi dokter secara daring serta penerbitan surat rujukan medis, sehingga nasabah dapat mengelola perlindungan jiwa dan kesehatan secara lebih praktis, transparan, dan terhubung dalam satu ekosistem. “Digitalisasi menjadi langkah strategis kami untuk menghadirkan layanan proteksi yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Melalui One by IFG, kami ingin mempermudah masyarakat dalam mengakses produk dan layanan IFG Life, sekaligus meningkatkan literasi asuransi dan mendukung inklusi keuangan nasional,” tambah Gatot. Hingga akhir 2025, One by IFG telah digunakan oleh lebih dari 500.000 pengguna, dengan lebih dari 370.000 pengguna aktif, serta mencatat lebih dari 250.000 transaksi lintas layanan kesehatan, proteksi, dan investasi. Capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap ekosistem digital IFG Life yang terintegrasi dan berorientasi pada kemudahan pengguna.
Korporasi
Wujudkan komitmen untuk memproteksi nasabah, IFG Life dan Bank BTN luncurkan produk BTN Proteksi.
Ubah Resolusi Jadi Aksi: 5 Kebiasaan Kunci Menuju Finansial yang Lebih Stabil
Memasuki tahun baru, resolusi sering menjadi momentum untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat. Hal ini semakin relevan di tengah ketidakpastian ekonomi global, yang diproyeksikan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) sebagai tahun yang rentan akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi, termasuk di Indonesia. Dalam situasi ini, perencanaan keuangan yang disiplin menjadi kunci untuk menghadapi masa depan dengan lebih mantap. Sejalan dengan hal tersebut, PT Asuransi Jiwa IFG ( IFG Life ), yang merupakan anggota IFG, BUMN holding asuransi, penjaminan, dan investasi, menekankan pentingnya kesiapan finansial sejak dini. “Ketika kondisi ekonomi semakin menantang, literasi keuangan menjadi semakin penting. Sebagai salah satu pelaku utama di industri asuransi jiwa & kesehatan, IFG Life berkomitmen memberikan layanan terbaik serta perlindungan yang komprehensif dan berkelanjutan kepada konsumen. Komitmen tersebut diwujudkan tidak hanya melalui produk dan proses klaim, tetapi juga dengan mendampingi masyarakat membangun stabilitas finansial melalui edukasi dan perencanaan yang terukur,” ujar Gatot Haryadi, Corporate Secretary IFG Life. Jika kamu ingin mulai menyusun rencana keuangan yang lebih konkret, berikut beberapa resolusi yang bisa dipertimbangkan untuk menyambut 2026. 1. Menabung di awal bulan Meski terdengar klise, kebiasaan menabung tetap menjadi fondasi utama dalam perencanaan keuangan. Kunci dari kebiasaan ini bukan pada besar kecilnya jumlah, melainkan konsistensi. Agar lebih efektif, kamu bisa coba untuk menabung di awal bulan. Begitu gaji diterima, sebagian dana bisa langsung dipindahkan ke rekening tabungan atau dialokasikan ke rekening dana nasabah (RDN) sebagai langkah awal berinvestasi. Dengan cara ini, menabung menjadi bagian dari sistem keuangan, bukan sekadar niat baik di akhir bulan. Tabungan pun perlu dijadikan komponen tetap dalam anggaran dan perencanaan keuangan, sehingga tetap berjalan terlepas dari naik turunnya pengeluaran bulanan. 2. Evaluasi sebelum membeli Resolusi tahun baru juga dapat dimulai dengan membangun kebiasaan belanja yang lebih mindful . Di era belanja online , proses pembelian yang serba cepat kerap membuat keputusan diambil secara impulsif. Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah memberi jeda satu atau dua hari sebelum checkout , terutama untuk barang yang tidak mendesak. Sebelum menyelesaikan transaksi, ajukan tiga pertanyaan dasar: apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan, apakah akan bermanfaat, dan apakah tersedia anggaran. Kebiasaan ini membantu meningkatkan kesadaran dalam mengelola pengeluaran tanpa harus sepenuhnya menahan diri dari belanja. 3. Hati-hati dengan layanan berbasis langganan Model layanan berbasis langganan semakin umum, dari aplikasi hingga hiburan digital. Tanpa disadari biaya kecil yang dibayar rutin dapat menggerus pendapatan bulanan, termasuk dari layanan yang sudah jarang digunakan. Untuk menghindari kebocoran anggaran, kamu bisa mulai kebiasaan untuk melakukan pengecekan secara berkala terhadap layanan yang masih aktif di riwayat transaksi e-wallet atau kartu kredit. Menggunakan satu alamat email khusus untuk layanan berbayar juga dapat membantu, sehingga lebih mudah melacak layanan apa saja yang masih aktif dan segera menghentikan yang sudah tidak diperlukan. 4. Memahami perlindungan yang kamu punya Situasi tak terduga dapat terjadi kapan saja, sehingga penting memahami perlindungan yang dimiliki, termasuk asuransi dan BPJS. Luangkan waktu untuk memahami kembali manfaat, ketentuan klaim, hingga batasannya, agar perlindungan dapat dimanfaatkan optimal dan kebutuhan lain dapat diantisipasi dalam perencanaan keuangan. Sejumlah penyedia asuransi, seperti IFG Life, kini menghadirkan layanan digital untuk membantu nasabah memahami perlindungan yang dimiliki tanpa harus menelusuri dokumen polis secara manual. Melalui aplikasi One by IFG , nasabah dapat mengakses informasi terkait jenis asuransi dan manfaat perlindungan, sekaligus memanfaatkan proses klaim yang lebih sederhana. Kehadiran layanan digital ini ditujukan untuk meningkatkan kemudahan akses layanan asuransi bagi masyarakat, baik dari sisi informasi maupun proses. 5. Tetapkan “limit hidup” Berniat untuk lebih hemat pun sering kali tidak cukup. Kamu perlu batasan yang jelas untuk membantu mengatur pengeluaran gaya hidup dengan lebih konsisten. Karena itu, memasuki 2026, kamu dapat mulai menetapkan “limit hidup” atau batas maksimal pengeluaran bulanan untuk kebutuhan gaya hidup seperti makan di luar, hiburan, atau aktivitas sosial. Angka ini sebaiknya ditentukan sejak awal bulan dan dibuat lebih rendah dari limit kartu yang tersedia. Dengan cara ini, pengeluaran tetap terkontrol tanpa harus sepenuhnya mengorbankan ruang untuk bersenang-senang, sehingga keseimbangan antara menikmati hidup dan menjaga kesehatan keuangan tetap terjaga. Pada akhirnya, membangun kebiasaan finansial bukan soal perubahan besar yang dilakukan sekaligus, melainkan konsistensi dalam langkah-langkah kecil sehari-hari. Di tengah ketidakpastian ekonomi, resolusi keuangan yang realistis dan terukur dapat menjadi pegangan untuk menjaga stabilitas dan rasa aman. Dengan perencanaan yang lebih sadar dan disiplin, kamu dapat menghadapi 2026 dengan lebih siap, bukan hanya untuk bertahan, tetapi juga untuk kestabilan finansial di setiap tahap kehidupan.
comment-icon
0 Komentar
profile-icon

Belum ada komentar...
person
download background
#BantuJagaMasaDepan
DownloadOneSekarang
download one by ifg on google play
download one by ifg on app store
Disclaimer