Beranda

/

Berita Korporasi

/

Detail Berita Korporasi

Korporasi

Jaga Komitmen Investasi, Produk Unitlink IFG Life Sabet Penghargaan Asuransi

user-icon
Iqbal Adiyat | 2024, 06 Maret
share-iconShare
Jaga Komitmen Investasi, Produk Unitlink IFG Life Sabet Penghargaan Asuransi

Komitmen PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) untuk senantiasa menjaga kinerja investasi melalui penempatan investasi yang prudent dan terukur telah membawa perusahaan memperoleh penghargaan.

IFG Life berhasil meraih penghargaan Unitlink Award 2024 Media Asuransi dengan Peringkat 2 Kelompok Unitlink Campuran Berdenominasi Rupiah atas Produk IFG Link Berimbang dan Peringkat 3 Kelompok Unitlink Saham Berdenominasi Rupiah atas Produk IFG Link Ekuitas.

Direktur Investasi IFG Life Mufri Dharmawan, menyampaikan bahwa bisnis asuransi merupakan bisnis yang berbasiskan kepercayaan. Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa IFG Life senantiasa menjaga prinsip risk management, tata kelola yang baik, serta kehati-hatian dalam mengelola investasi perusahaan.

“Kepercayaan merupakan asas yang sangat fundamental bagi perusahaan asuransi. Ini kami jaga betul, salah satunya dalam hal pengelolaan investasi. Kami ingin masyarakat tidak hanya terproteksi melainkan juga dapat merasakan keuntungan dengan menjadi nasabah IFG Life. Tentunya, kami bersyukur bahwa upaya kami selama ini ternyata diperhatikan dan mendapatkan penghargaan dari luar,” terangnya.

Dia juga menambahkan bahwa dalam memasarkan produk unitlink-nya, IFG Life berpegang pada SE OJK No. 5 Tahun 2022 tentang Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI). Produk unitlink IFG Life dirakit dengan berfokus pada konsumen (customer centricity).

“Melalui produk-produk unitlink yang diterbitkan, IFG Life berusaha memberikan perlindungan atau proteksi asuransi atas risiko diri sekaligus memberikan pula potensi keuntungan investasi dalam jangka panjang. Tentu saja, bahwa hal itu juga tidak terlepas dari sejumlah risiko di pasar,” ujarnya.

Media Asuransi sendiri merupakan media dengan kajian utama di sektor asuransi dan sektor keuangan secara umum yang meliputi perbankan, multifinance, pasar modal, dan industri keuangan lainnya, yang telah memiliki rekam jejak memberitakan sektor keuangan sejak 1980.

Direktur Utama Media Asuransi Mucharor Djalil menyebutkan bahwa Unitlink Award 2024 ditujukan sebagai apresiasi bagi para pelaku di industri asuransi yang berhasil menjaga kinerja bisnis unitlink di tengah kondisi ketidakpastian perekonomian global.

“Dalam kondisi seperti ini, hasil kajian Lembaga Riset Media Asuransi [LRMA] menunjukkan bahwa di tahun 2023 ada perusahaan yang fund produk unitlink-nya berhasil membukukan pertumbuhan. Walaupun tentu saja ada yang pertumbuhannya negatif [turun],” ujarnya.

Adapun, penilaian diberikan berdasarkan kinerja investasi produk unitlink para pelaku industri dalam 2 tahun terakhir, yakni per Desember 2021 hingga Desember 2023. Hanya perusahaan-perusahaan asuransi jiwa yang memenuhi persyaratan yang dapat disertakan dalam ajang Unitlink Award 2024. Persyaratan tersebut yakni bahwa produk tersebut sudah ada selama 2 tahun, produk tersebut tidak menunjukkan anomali, serta perusahaan tidak terlibat kasus hukum yang mengikat atau sanksi dari OJK.

Awarding ini menjadi apresiasi bagi pelaku industri yang berprestasi baik dalam menempatkan investasinya, sekaligus untuk mengedukasi masyarakat bahwa investasi dana unitlink mulai memberikan imbal hasil yang tinggi. Unitlink Award 2024 Media Asuransi ini diharapkan dapat mendorong perusahaan asuransi untuk memberikan layanan terbaik instrumen proteksi sekaligus investasi,” tutupnya.

Berita Terbaru
Korporasi
Jaga Komitmen Investasi, Produk Unitlink IFG Life Sabet Penghargaan Asuransi
Kemudahan Mengakses Asuransi di Era Digital bersama One by IFG
Industri asuransi Indonesia terus memainkan peran penting dalam memperkuat ketahanan finansial masyarakat di tengah tantangan ekonomi global. Namun demikian, tingkat pemanfaatan asuransi masih menghadapi tantangan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa penetrasi industri asuransi pada 2025 masih berada di kisaran 2,72% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), mencerminkan masih terbatasnya adopsi asuransi secara luas di masyarakat. Sejalan dengan kondisi tersebut, tercatat bahwa pertumbuhan premi di segmen asuransi jiwa masih belum menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan data AAJI, pendapatan premi asuransi jiwa pada kuartal III-2025 tercatat sebesar Rp133,22 triliun dan mengalami tekanan di beberapa segmen. Di sisi lain, laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat bahwa pengguna internet di Indonesia telah mencapai 80,66% pada 2025. Tingginya tingkat konektivitas ini mendorong PT Asuransi Jiwa IFG ( IFG Life), yang merupakan anggota IFG, BUMN holding asuransi, penjaminan, dan investasi, memanfaatkan platform digital terpadu One by IFG guna mempermudah akses masyarakat terhadap layanan asuransi dan proteksi secara digital. “Penetrasi asuransi yang masih rendah menunjukkan ruang pertumbuhan yang besar sekaligus tantangan bagi industri. Bagi IFG Life, kondisi ini menjadi momentum untuk memperluas akses perlindungan melalui produk yang relevan, komprehensif, dan terjangkau. Kami berkomitmen mendorong transformasi dan inovasi dengan tata kelola yang kuat serta fokus pada kebutuhan nyata nasabah,” ungkap Gatot Haryadi, Corporate Secretary IFG Life. Melalui One by IFG, masyarakat dapat mengakses informasi dan edukasi produk asuransi jiwa secara mudah, mengeksplorasi dan membeli produk IFG Life sesuai kebutuhan, serta mengelola polis secara digital dalam satu aplikasi. Platform ini juga mengintegrasikan layanan kesehatan pendukung, seperti akses konsultasi dokter secara daring serta penerbitan surat rujukan medis, sehingga nasabah dapat mengelola perlindungan jiwa dan kesehatan secara lebih praktis, transparan, dan terhubung dalam satu ekosistem. “Digitalisasi menjadi langkah strategis kami untuk menghadirkan layanan proteksi yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Melalui One by IFG, kami ingin mempermudah masyarakat dalam mengakses produk dan layanan IFG Life, sekaligus meningkatkan literasi asuransi dan mendukung inklusi keuangan nasional,” tambah Gatot. Hingga akhir 2025, One by IFG telah digunakan oleh lebih dari 500.000 pengguna, dengan lebih dari 370.000 pengguna aktif, serta mencatat lebih dari 250.000 transaksi lintas layanan kesehatan, proteksi, dan investasi. Capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap ekosistem digital IFG Life yang terintegrasi dan berorientasi pada kemudahan pengguna.
Korporasi
Jaga Komitmen Investasi, Produk Unitlink IFG Life Sabet Penghargaan Asuransi
IFG Life dan Mandiri Inhealth Bayar Klaim Rp10,7 T Sepanjang 2025
Dalam industri asuransi, kepercayaan bukan sekadar nilai, tetapi fondasi utama hubungan antara perusahaan asuransi dengan pesertanya. Kepercayaan ini dibangun melalui komitmen nyata dalam memenuhi janji perlindungan kepada peserta. Sepanjang 2025, PT Asuransi Jiwa IFG ( IFG Life ) dan PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia ( Mandiri Inhealth ) telah membayar klaim dan manfaat asuransi dengan total nilai Rp10,7 triliun kepada lebih dari 1,1 juta peserta. Angka ini mencerminkan komitmen nyata kedua perusahaan dalam menghadirkan perlindungan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Sebagai bagian dari IFG, BUMN holding asuransi, penjaminan, dan investasi, IFG Life dan Mandiri Inhealth memastikan para peserta mendapatkan klaim dan manfaat asuransi secara tepat waktu sesuai ketentuan yang diperjanjikan dalam polis, sehingga peserta dapat fokus pada keberlanjutan rencana masa depan dan pemulihan kesehatannya. Hal ini merupakan cerminan tanggung jawab serta keandalan IFG Life dan Mandiri Inhealth dalam menyediakan perlindungan terbaik bagi para pesertanya. "Kemampuan perusahaan dalam membayar klaim dan manfaat secara konsisten merupakan indikator penting keberlanjutan bisnis asuransi. Sepanjang 2025, IFG Life telah membayar klaim dan manfaat asuransi sebesar Rp6,3 triliun kepada lebih dari 480.000 peserta," ujar Ryan Diastana Firman, Direktur Keuangan Merangkap Plt. Direktur Operasional IFG Life. Marihot H. Tambunan, Plt. Direktur Utama Mandiri Inhealth menambahkan, "Kami ingin para peserta merasakan proses layanan asuransi yang jelas dan mudah. Fokus kami bukan hanya pada manfaat, tetapi juga pada pengalaman peserta saat menggunakan layanan Mandiri Inhealth. Dengan dukungan jaringan layanan yang luas, Mandiri Inhealth terus berupaya memastikan peserta mendapatkan layanan yang konsisten, dapat diandalkan, dan tepercaya. Untuk menjaga kepercayaan tersebut, Mandiri Inhealth telah membayar klaim dan manfaat asuransi sebesar Rp4,4 triliun." Seiring penguatan kolaborasi setelah bergabungnya Mandiri Inhealth ke dalam ekosistem IFG pada 2024 lalu, kedua perusahaan kini fokus memperluas dampak layanan bagi masyarakat. Sinergi ini diarahkan untuk membangun ekosistem perlindungan yang relevan dengan kebutuhan peserta. Dengan dukungan lebih dari 8.000 provider layanan kesehatan rekanan di berbagai wilayah di Indonesia, IFG Life dan Mandiri Inhealth memperluas akses terhadap layanan kesehatan dan perlindungan bagi keluarga Indonesia.
Korporasi
Jaga Komitmen Investasi, Produk Unitlink IFG Life Sabet Penghargaan Asuransi
Ubah Resolusi Jadi Aksi: 5 Kebiasaan Kunci Menuju Finansial yang Lebih Stabil
Memasuki tahun baru, resolusi sering menjadi momentum untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat. Hal ini semakin relevan di tengah ketidakpastian ekonomi global, yang diproyeksikan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) sebagai tahun yang rentan akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi, termasuk di Indonesia. Dalam situasi ini, perencanaan keuangan yang disiplin menjadi kunci untuk menghadapi masa depan dengan lebih mantap. Sejalan dengan hal tersebut, PT Asuransi Jiwa IFG ( IFG Life ), yang merupakan anggota IFG, BUMN holding asuransi, penjaminan, dan investasi, menekankan pentingnya kesiapan finansial sejak dini. “Ketika kondisi ekonomi semakin menantang, literasi keuangan menjadi semakin penting. Sebagai salah satu pelaku utama di industri asuransi jiwa & kesehatan, IFG Life berkomitmen memberikan layanan terbaik serta perlindungan yang komprehensif dan berkelanjutan kepada konsumen. Komitmen tersebut diwujudkan tidak hanya melalui produk dan proses klaim, tetapi juga dengan mendampingi masyarakat membangun stabilitas finansial melalui edukasi dan perencanaan yang terukur,” ujar Gatot Haryadi, Corporate Secretary IFG Life. Jika kamu ingin mulai menyusun rencana keuangan yang lebih konkret, berikut beberapa resolusi yang bisa dipertimbangkan untuk menyambut 2026. 1. Menabung di awal bulan Meski terdengar klise, kebiasaan menabung tetap menjadi fondasi utama dalam perencanaan keuangan. Kunci dari kebiasaan ini bukan pada besar kecilnya jumlah, melainkan konsistensi. Agar lebih efektif, kamu bisa coba untuk menabung di awal bulan. Begitu gaji diterima, sebagian dana bisa langsung dipindahkan ke rekening tabungan atau dialokasikan ke rekening dana nasabah (RDN) sebagai langkah awal berinvestasi. Dengan cara ini, menabung menjadi bagian dari sistem keuangan, bukan sekadar niat baik di akhir bulan. Tabungan pun perlu dijadikan komponen tetap dalam anggaran dan perencanaan keuangan, sehingga tetap berjalan terlepas dari naik turunnya pengeluaran bulanan. 2. Evaluasi sebelum membeli Resolusi tahun baru juga dapat dimulai dengan membangun kebiasaan belanja yang lebih mindful . Di era belanja online , proses pembelian yang serba cepat kerap membuat keputusan diambil secara impulsif. Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah memberi jeda satu atau dua hari sebelum checkout , terutama untuk barang yang tidak mendesak. Sebelum menyelesaikan transaksi, ajukan tiga pertanyaan dasar: apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan, apakah akan bermanfaat, dan apakah tersedia anggaran. Kebiasaan ini membantu meningkatkan kesadaran dalam mengelola pengeluaran tanpa harus sepenuhnya menahan diri dari belanja. 3. Hati-hati dengan layanan berbasis langganan Model layanan berbasis langganan semakin umum, dari aplikasi hingga hiburan digital. Tanpa disadari biaya kecil yang dibayar rutin dapat menggerus pendapatan bulanan, termasuk dari layanan yang sudah jarang digunakan. Untuk menghindari kebocoran anggaran, kamu bisa mulai kebiasaan untuk melakukan pengecekan secara berkala terhadap layanan yang masih aktif di riwayat transaksi e-wallet atau kartu kredit. Menggunakan satu alamat email khusus untuk layanan berbayar juga dapat membantu, sehingga lebih mudah melacak layanan apa saja yang masih aktif dan segera menghentikan yang sudah tidak diperlukan. 4. Memahami perlindungan yang kamu punya Situasi tak terduga dapat terjadi kapan saja, sehingga penting memahami perlindungan yang dimiliki, termasuk asuransi dan BPJS. Luangkan waktu untuk memahami kembali manfaat, ketentuan klaim, hingga batasannya, agar perlindungan dapat dimanfaatkan optimal dan kebutuhan lain dapat diantisipasi dalam perencanaan keuangan. Sejumlah penyedia asuransi, seperti IFG Life, kini menghadirkan layanan digital untuk membantu nasabah memahami perlindungan yang dimiliki tanpa harus menelusuri dokumen polis secara manual. Melalui aplikasi One by IFG , nasabah dapat mengakses informasi terkait jenis asuransi dan manfaat perlindungan, sekaligus memanfaatkan proses klaim yang lebih sederhana. Kehadiran layanan digital ini ditujukan untuk meningkatkan kemudahan akses layanan asuransi bagi masyarakat, baik dari sisi informasi maupun proses. 5. Tetapkan “limit hidup” Berniat untuk lebih hemat pun sering kali tidak cukup. Kamu perlu batasan yang jelas untuk membantu mengatur pengeluaran gaya hidup dengan lebih konsisten. Karena itu, memasuki 2026, kamu dapat mulai menetapkan “limit hidup” atau batas maksimal pengeluaran bulanan untuk kebutuhan gaya hidup seperti makan di luar, hiburan, atau aktivitas sosial. Angka ini sebaiknya ditentukan sejak awal bulan dan dibuat lebih rendah dari limit kartu yang tersedia. Dengan cara ini, pengeluaran tetap terkontrol tanpa harus sepenuhnya mengorbankan ruang untuk bersenang-senang, sehingga keseimbangan antara menikmati hidup dan menjaga kesehatan keuangan tetap terjaga. Pada akhirnya, membangun kebiasaan finansial bukan soal perubahan besar yang dilakukan sekaligus, melainkan konsistensi dalam langkah-langkah kecil sehari-hari. Di tengah ketidakpastian ekonomi, resolusi keuangan yang realistis dan terukur dapat menjadi pegangan untuk menjaga stabilitas dan rasa aman. Dengan perencanaan yang lebih sadar dan disiplin, kamu dapat menghadapi 2026 dengan lebih siap, bukan hanya untuk bertahan, tetapi juga untuk kestabilan finansial di setiap tahap kehidupan.
comment-icon
0 Komentar
profile-icon

Belum ada komentar...
person
download background
#BantuJagaMasaDepan
DownloadOneSekarang
download one by ifg on google play
download one by ifg on app store
Disclaimer