Asuransi mobil adalah produk perlindungan yang diberikan oleh perusahaan asuransi terhadap mobil yang Anda miliki. Asuransi ini berguna untuk mencegah kerugian finansial akibat adanya kerusakan pada mobil akibat kecelakaan maupun kehilangan.

Saat ini sudah banyak perusahaan asuransi yang menawarkan perlindungan untuk kendaraan roda empat. Namun, sebelum membeli produk asuransi ini ada baiknya Anda melakukan perhitungan biaya asuransi mobil terlebih dahulu. Bagaimana cara menghitungnya? Simak penjelasannya berikut ini.

Cara Menghitung Biaya Asuransi Mobil dengan Mudah
Cara Menghitung Biaya Asuransi Mobil dengan Mudah

Faktor yang Mempengaruhi Biaya Asuransi Mobil

Sebelum menghitung biaya asuransi mobil, kita perlu mengetahui terlebih dahulu faktor yang mempengaruhi biaya tersebut. Setidaknya ada tiga faktor yang dapat mempengaruhi biaya atau premi asuransi tersebut.

1.  Jenis Asuransi Mobil

Jenis asuransi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi premi tersebut. Ada dua jenis asuransi mobil yaitu asuransi total loss only (TLO) dan all risk. Masing-masing jenis asuransi tersebut memiliki bentuk perlindungan yang berbeda. Berikut penjelasannya.

2.  Wilayah Tertanggung

Faktor kedua yang mempengaruhi biaya asuransi mobil yaitu wilayah tertanggung. Wilayah ini berhubungan dengan kategori uang pertanggungan. Menurut surat edaran OJK, berikut tiga wilayah tertanggung yang ada di Indonesia:

3.  Harga Mobil

Harga mobil juga turut mempengaruhi premi asuransi mobil. Umumnya, semakin mahal harga mobil maka premi asuransi akan semakin besar. Biasanya perusahaan asuransi juga turut memperhatikan usia kendaraan yang hendak diasuransikan.

Umumnya perusahaan asuransi membatasi usia mobil yang hendak diasuransikan antara 10 hingga 15 tahun. Semakin tua usianya, maka biasa preminya semakin tinggi. Hal tersebut dikarenakan mobil tua memiliki risiko kerusakan lebih tinggi.

Adapun besar persentase uang pertangguan asuransi mobil, sebagai berikut:

Persentasi Asuransi TLO

KategoriUang PertanggunganWilayah I (%)Wilayah II (%)Wilayah III (%)
10-Rp125 juta0,47-0,560,65-0,780,51-0,56
2Rp125 juta-Rp200 juta0,63-0,690,44-0,530,44-048
3Rp200 juta-Rp400 juta0,41-0,460,38-0,420,29-0,35
4Rp400 juta-Rp800 juta0,25-0,300,25-0,300,23-0,27
5Rp800 juta >0,20-0,240,20-0,240,20-0,24

Persentase Asuransi All Risk

KategoriUang PertanggunganWilayah I (%)Wilayah II (%)Wilayah III (%)
10-Rp125 juta3,28-4,203,26-3,592,53-2,78
2Rp125 juta-Rp200 juta2,67-2,942,47-2,722,69-2,96
3Rp200 juta-Rp400 juta2,18-2,402,08-2,291,79-1,97
4Rp400 juta-Rp800 juta1,20-1,321,20-1,321,14-1,25
5Rp800 juta >1,05-1,161,05-1,161,05-1,16

Contoh Perhitungan Biaya Asuransi Mobil

Perhitungan biaya asuransi mobil sebenarnya tidak sulit. Berikut contoh perhitungannya.

Diketahui:

Toni membeli mobil baru seharga Rp250.000.000. Toni tinggal di Bandung, Jawa Barat. Toni menyadari bahwa asuransi mobil sangat diperlukan untuk melindungi mobil barunya. Maka dari itu, Toni berniat untuk mendaftarkan mobil barunya dalam asuransi kendaraan. Berapa biaya asuransi mobil tersebut? Ini perhitungannya.

Perhitungan untuk asuransi TLO

Toni berada di wilayah II, dengan harga mobil Rp250.000.000 maka persentase yaitu 0,38-0,42%. Jika mengambil persentase terkecil, maka perhitungannya yaitu:

0,38% x Rp250.000.000 = Rp950.000.

Jadi, biaya premi yang harus dibayarkan Toni sebesar Rp950.000.

Perhitungan untuk asuransi all risk

Sementara itu, jika Toni ingin membeli produk asuransi all risk, maka persentase yang digunakan antara 2,08 – 2,29%. Jika mengambil persentase terkecil, perhitungannya sebagai berikut.

0,28% x Rp250.000.000 = Rp5.200.000.

Jadi, biaya premi asuransi all risk yang harus dibayar Toni sebesar Rp5.200.000.

Dari perhitungan tersebut, kita bisa mengetahui bahwa premi asuransi TLO lebih rendah dibandingkan asuransi all risk. Tentu saja, biaya asuransi mobil sesuai dengan manfaat yang diberikan produk perlindungan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *