Istilah asuransi dibayar dimuka menjadi hal yang penting untuk dipahami dalam ilmu akuntansi. Istilah ini menjadi tanda pengeluaran biaya asuransi telah digunakan atau belum digunakan dalam periode tertentu.

Menurut pengertiannya, asuransi dibayar dimuka adalah premi asuransi yang dibayar dimuka oleh perusahaan dan pembayarannya diberikan ke penyedia jasa asuransi. Maka dari itu, asuransi dibayar dimuka harus dicatat dalam perencanaan finansial karena akan mempengaruhi pengeluaran biaya.

Memahami Asuransi Dibayar Dimuka Lengkap dengan Contohnya
Memahami Asuransi Dibayar Dimuka Lengkap dengan Contohnya

Bagi sebuah perusahaan, asuransi dibayar dimuka tidak hanya diperlukan dalam perencanaan finansial saja, namun juga diperlukan dalam laporan keuangan. Pasalnya perusahaan perlu memastikan ketersediaan uang untuk pengeluaran di masa yang akan datang. 

Apakah Asuransi Dibayar Dimuka Termasuk Aset?

Beragam hal yang dibayar dimuka merupakan bentuk pembayaran yang manfaatnya sebagian atau seluruhnya telah digunakan. Umumnya, pembayaran ini dicatat dalam waktu tertentu, sampai bisa dinikmati keuntungannya. 

Tak hanya itu, pengeluaran yang belum digunakan atau belum jatuh tempo, akan dimasukkan dalam kategori aset perusahaan. Oleh sebab itu, asuransi dibayar dimuka termasuk bagian dari aset karena manfaatnya akan dinikmati di masa yang akan datang. 

Contohnya, pada bulan Februari lalu, sebuah PT. Jaya meng-klaim asuransi atas properti yang rusak. Kemudian, pihak asuransi mengganti biaya kerusakan tersebut. Dengan demikian, PT. Jaya tidak perlu mengeluarkan uang untuk memperbaiki kerusakan properti miliknya. Dari kasus ini, maka asuransi PT. Jaya berperan seperti dana darurat perusahaan. 

Kapan Asuransi Dibayar Dimuka Dilakukan?

Istilah asuransi dibayar dimuka biasanya muncul dalam metode pembayaran asuransi jiwa. Walaupun tidak menutup kemungkinan jenis asuransi lainnya juga menggunakan sistem ini. Penerapan pembayaran dengan cara ini bisa dikategorikan sebagai aset. Sementara itu, perhitungan asuransi dibayar dimuka biasanya digunakan dalam perhitungan asuransi, yakni saat menyusun neraca keuangan perusahaan. 

Pendekatan Pencatatan Asuransi Dibayar Dimuka

Untuk mencatat asuransi dibayar dimuka, seorang akuntan atau pengelola keuangan harus memperhatikan dua metode pendekatan yakni pendekatan neraca dan laba rugi. Berikut penjelasannya.

1. Pendekatan Neraca

Pendekatan neraca disebut juga sebagai pendekatan harta. Asuransi dibayar dimuka disebut dengan pendekatan harta karena asuransi yang dibayar telah ditetapkan sebagai aset.

2. Pendekatan Laba Rugi

Asuransi dibayar dimuka juga dapat dicatat dalam pendekatan laba rugi. Sebab, biaya ini dapat masuk sebagai beban dan asuransi yang telah terpakai manfaatnya.

Contoh Pencatatan Asuransi Dibayar Dimuka

Untuk lebih memahami tentang asuransi dibayar dimuka, berikut ini contoh perhitungannya pencatatannya.

Contoh:

Di bulan Februari 2022, PT. Jaya membayar asuransi properti sebesar Rp50.000.000 ke perusahaan asuransi. Adapun cara mencatatnya seperti berikut:

NoAkunRefDebitKredit
1.Beban perlengkapan70.000.000
Perlengkapan70.000.000
2. Beban Asuransi50.000.000
Asuransi dibayar dimuka50.000.000
3. Beban penyusutan peralatan50.000.000
Akumulasi penyusutan peralatan50.000.000
4. Pendapatan jasa20.000.000
Pendapatan diterima dimuka20.000.000
5. Iklan dibayar dimuka10.000.000
Beban iklan10.000.000
6.Pendapatan diterima dimuka40.000.000
Pendapatan sewa40.000.000
Total240.000.000240.000.000

Itulah beberapa hal penting tentang asuransi dibayar dimuka yang perlu dipahami. Dari penjelasan di atas, kita bisa mengetahui bahwa istilah asuransi dibayar dimuka lebih sering digunakan untuk catatan keuangan perusahaan. Namun, jika Anda bukan pelaku bisnis atau seorang akuntan, tak ada salahnya untuk mengetahui istilah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *