Surat perjanjian antara pihak yang mengadakan perjanjian asuransi disebut dengan polis asuransi. IDX Channel dalam situs resmi miliknya menerangkan bahwa polis asuransi adalah bukti perjanjian tertulis antara perusahaan asuransi sebagai penanggung dengan nasabah asuransi sebagai tertanggung.

Contoh Isi Polis Asuransi Berdasarkan Jenisnya
Contoh Isi Polis Asuransi Berdasarkan Jenisnya

Dalam sumber lain disebutkan bahwa polis asuransi merupakan dokumen

penting yang mempunyai kekuatan hukum. Di dalam surat perjanjian ini, terdapat keterangan seputar hak dan kewajiban antar kedua belah pihak. Lantas, apa sajakah isi dalam surat perjanjian itu? Berikut penjelasannya.

Isi Polis Asuransi

Isi surat perjanjian antara pihak yang mengadakan perjanjian asuransi disebut dengan polis asuransi ini biasanya berbeda-beda antar perusahaan asuransi maupun antar jenis asuransinya. Polis asuransi kesehatan mungkin berbeda dengan polis asuransi jiwa. Berikut beberapa contoh isi polis asuransi sesuai dengan jenisnya.

Contoh Isi Polis Asuransi Kesehatan

  1. Bab I: menjelaskan definisi dan istilah yang digunakan dalam polis asuransi jiwa.
  2. Bab II: berisi keterangan seputar manfaat asuransi. 
  3. Bab III: memuat tentang pengecualian umum yakni menerangkan beberapa hal yang tidak ditanggung perusahaan asuransi.
  4. Bab IV: menjelaskan hal-hal penting dalam asuransi seperti pengajuan asuransi, penerbitan, perpanjangan, perubahan polis, mekanisme pembayaran premi, syarat dan ketentuan, wilayah jaminan asuransi, penyelesaikan masalah, sampai mekanisme klaim asuransi.

Contoh Isi Polis Asuransi Kesehatan

  1. Pasal I: menerangkan pengertian asuransi dan beberapa istilah penting yang ada di dalamnya.
  2. Pasal II: menjelaskan manfaat asuransi.
  3. Pasal III: berisi penjelasan seputar masa tunggu.
  4. Pasal IV: menerangkan tentang masa perpanjangan polis.
  5. Pasal V: menerangkan terkait prosedur pembayaran premi.
  6. Pasal VI: berisi tentang masa tenggang waktu.
  7. Pasal VII: berisi tentang masa bebas lihat (colling off).
  8. Pasal VIII: menerangkan tentang waktu berakhirnya pertanggungan.
  9. Pasal IX: berisi tentang kepesertaan nasabah.
  10. Pasal X: menerangkan tentang ketentuan-ketentuan umum.

Contoh Isi Polis Asuransi Rumah

  1. Bab I: menjeskan risiko yang dijamin perusahaan asuransi. Misalnya risiko kerugian akibat kebakaran, kerusuhan, bencana alam, dan lain sebagainya.
  2. Bab II: berisi tentang manfaat tembahan dari asuransi, misalnya biaya pembersihan dan biaya pemadangan kebaran.
  3. Bab III: menerangkan tentang pengecualian umum yaitu hal-hal yang menyebabkan kerugian atau kerusakan, namun tidak ditanggung oleh perusahaan asuransi. 
  4. Bab IV: menjelaskan tentang persyaratan umum, seperti kewajiban tertanggung untuk mengungkapkan faktor, tata cara pembayaran premi, perubahan risiko, dan beberapa hal penting lainnya.

Contoh Isi Polis Asuransi Mobil

  1. Bab I: berisi beragam risiko kerugian kendaraan yang ditanggung asuransi. Misalnya, kerugian akibat pencurian, kecelakaan lalu lintas, kebakaran, dan lain sebagainya.
  2. Bab II: berisi beragam risiko kerugian yang tidak ditanggung perusahaan asuransi.
  3. Bab III: menjelaskan syarat-syarat polis.

Contoh Isi Asuransi Motor

  1. Bab I: berisi penjelasan tentang jaminan yang diberikan perusahaan asuransi.
  2. Bab II: menerangkan beberapa kerugian yang tidak bisa ditanggung perusahaan asuransi.
  3. Bab III: menjelaskan tentang pengeritan dan istilah-istilah dalam asuransi motor.
  4. Bab IV: berisi persyaratan umum dalam asuransi motor.

Contoh Isi Asuransi Umum

  1. Bab I: berisi tentang beragam risiko yang dijamin perusahaan asuransi.
  2. Bab II: berisi tentang berbagai hal yang menjadi pengecualian dalam asuransi umum, yakni segala sesuatu yang tidak dijamin perusahaan asuransi.
  3. Bab III: menerangkan tentang definisi asuransi umum dan istilah-istilahnya.
  4. Bab IV: menjelaskan tentang syarat polis asuransi mulai dari mekanisme pembayaran premi, perubahan risiko, dan lain sebagainya. 

Itulah beberapa contoh isi polis asuransi yang bisa menjadi gambaran untuk Anda saat hendak membeli produk asuransi. Sebelum menandatangi perjanjian asuransi, cermatilah bagian-bagian dalam polis tersebut agar tidak terjadi kekeliruan dan kerugian di kemudian hari. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *