Penyakit Kritis bikin Kantong Tipis, 85% Masyarakat Bangkrut karena Penyakit Kritis

Jakarta, 22 September 2021. Sebagai upaya perusahaan untuk terus meningkatkan edukasi tentang pentingnya berasuransi sekaligus memperkenalkan PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) kepada masyarakat. Dalam kegiatan IG Live sesi kedua ini, IFG Life masih berkolaborasi dengan PT Solusi Finansialku Indonesia (Finansialku.com) dengan mengangkat tema menarik, yaitu “Cerita tentang Uang dan Risiko Kehidupan”. IG Live kali ini dimoderatori oleh Khumaira selaku Corporate Business Executive IFG Life dan Rizqi Syam, CFP selaku Financial Planner.

Menurut Rizqi, sangatlah penting untuk mengetahui kondisi keuangan karena 90% kesuksesan seseorang dalam mengelola keuangan itu ditentukan oleh faktor psikologis dan juga didukung oleh kemampuan orang tersebut dalam menentukan kebutuhan investasi keuangan. “Selain itu, terdapat fakta yang mengejutkan bahwa kebanyakan orang lebih suka merencanakan liburan daripada merencanakan keuangannya. Sehingga untuk membantu pengelolaan keuangan, pentingnya berdiskusi dengan orang yang independen dan memahami bagaimana cara pengelolaan keuangan dalam memitigasi risiko yang akan terjadi” jelas Rizqi.

Lebih lanjut Rizqi memaparkan, dalam pengelolaan keuangan harus memperhatikan risiko dapat menganggu kondisi keuangan diantaranya risiko kesehatan. Maka dari itu, jika berbicara tentang keuangan sebagai sebuah piramida perencanaan keuangan terdiri dari tiga layer. Layer pertama pengelolaan cash flow, layer kedua adalah ketersediaan dana darurat. Layer ketiga transfer risiko kesehatan tersebut melalui asuransi kesehatan.

”Dalam asuransi pun terdapat segitiga proteksi yang harus perhatikan. Pertama, pentingnya memproteksi diri dari risiko kesehatan melalui asuransi kesehatan. Karena banyaknya dana darurat yang dimiliki tidak akan berarti ketika sakit dan tidak memiliki proteksi diri dalam bentuk asuransi kesehatan. Kedua adalah asuransi untuk critical illness untuk memproteksi kualitas hidup kita. Karena dari hasil penelitian
menunjukkan 85% masyarakat Indonesia mengalami kebangkrutan ketika mengalami penyakit kritis. Terakhir adalah asuransi jiwa yang memberikan perlindungan risiko finansial bagi diri sendiri ataupun keluarga” tuturnya.

Diakhir sesi IG Live, Khumaira menyimpulkan bahwa dalam menjalani kehidupan akan menghadapi dengan risiko yangtidak terduga. Oleh karena itu kita tidak boleh mengabaikan risiko dan harus rasional untuk memproteksi diri dengan asuransi. Karena menurutnya cara yang paling simple untuk mengantisipasi risiko adalah dengan memulai membeli asuransi sedini mungkin agar risiko dapat teralihkan. 

Sekilas tentang IFG Life:

PT Asuransi Jiwa IFG atau IFG Life merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perasuransian khususnya asuransi jiwa. IFG Life merupakan anak usaha dari Indonesia Financial Group (IFG) sebagai holding BUMN Perasuransian dan Penjaminan. Kehadiran IFG Life sebagai bagian dari peta jalan (roadmap) grup untuk memiliki bisnis di sektor asuransi jiwa, kesehatan, dan pengelolaan dana pensiun.

IFG Life berdiri tanggal 22 Oktober 2020 dan telah mengantongi izin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tanggal 07 April 2021 melalui Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP- 19/D.05/2021 tentang Pemberian Izin Usaha di Bidang Asuransi Jiwa Kepada PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life).

 

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
• PT Asuransi Jiwa IFG
corsec@ifg-life.id
• Chelma Destria
Kepala Departemen Corporate Communication
0811-8161-286
chelma@ifg-life.id
• Umi Zulaika
Staff PR & Communication
0819-585-17367
umi.zulaika@ifg-life.id